Home » » PEKERJAAN ADALAH MEMIKUL SALIB

PEKERJAAN ADALAH MEMIKUL SALIB

Written By Yesaya Ukago on Kamis, 15 Juni 2017 | 08.47


Tetap fokus konsisten dan komitmen dalam pekerjaannya.
Fokus dan konsisten itulah yang akan mengantar kita ke seberang sana. walau cape tetap pacu pacu , gali dan gali mencari dan mencari pada apa yang kita lakukan hari ini .maka kita akan menemukann apa yang ki cari.
jika kita merasakan , mengorbankan segala sesuatu kepada pekerjaan hari ini yang kita lakukan maka akan dijawab oleh sang ruang dan waktu.
Setiap orang harus mencintai akan pekerjaan apapun itu sendiri sebab pekerjaan itu merupakan pemberian TUHAN kepada kita manusia . Kerja dengan hati yang tulus tdk boleh remeh dengan pekerjaan hari ini.
Apabila kita tinggal dengan pekerjaan kita atau kita melihat dengan sebela mata atau tdk melihat dengan jelih akan pekerjaan maka apa yang kita gapai itu akan gagal .
TUHAN diajarkan kepada kita manusia bahwasanya jika anak manusia mauh ikut aku ia harus mauh dan tidak mau tekun pada apa yang aku berikan kepadamu, walau sakit susah lapar sedih itu semua adalah arti hidup yang sesungguhnya dan ia berkata juga anak manusia ikutilah aku dan pandanglah kepada darah yesus sebab segala sesuatu itu dari dia dan oleh dia, oleh sebab itu anak pekerjaan sekecil apapun harus bersyukur dan mengabdi kepada dengan kehendaknya.
Dalam dunia setiap orang pekerjaan TUHAN kasih atau berikan itu pastinya akan laporkan kepada sang khalik, maka setiap orang yang berkerja dalam perkerjaan atau ladangnya ia harus memperhatikan dan pegang akan LPJ di surga nanti.pasti akan mempertanggungjawabkan sebagaimana mestinya.
sebab segala sesuatu yang kita tekuni pekerjaan itu adalah nantinya lopran itu akan di uji depan banyak orang entah terbuka atau tertutup tdk tau tapi yanh jelasnya hal itu akan ada.
Tdk ada yang mustahil bagi dia muzijat akan nyata seketika kita landasan dengan sabar murah hati terhadap pekerjaan kita.
Dalam pekerjaan kita Disana semua akan teruji namanya ujian rohani maupun ujian jasmani akan hal mencintai tekun komitmen dan konsisten terhadap pekerjaan itu sendiri.
sebelum kita mendapatkan sebuah pekerjaan itu dalam doa kita tekun berdoa akan cepat saya dapat kerja agar supaya kebutuhan akan hidup bisa mencukupi dan saya bisa berkerja tekun dan ulet akan yang manah akan di tempati .
Ada Pertanyaan muncul mengapa setelah mendapatkan tdk mau tekun akan pekerjaan yang manah TUHAN kasih rekomendasi kepada setiap orang yang mauh lanjutkan visi utama TUHAN di dunia di dunia, entah megapag ? kita umat tdk luput dari yang namanya serba kekurangan itu memang benar , namun mauh lari dari kenyataan hidup dalam pekerjaan itu yang tdj efektif sekali dalam pekerjaan .
Apapun yang kita berkerja hari dengan hati maka hasil akhirat maupun sesaat pun ikut bahagia.
Ketekunan akan perkerjaan dulu dengan sekarang berbeda akan ketekunan konsistensi dalam pekerjaan .
Dulu guru guru tua dikampung manah pun itu mereka fokus dan konsisten akan perkerjaan walau dalam serba kekurangan ,guru guru mereka punya rasa memiliki konsisten terhadap pekerjaan ini tdk bisa pungkiri lagi atau tdk ada kompromi dengan akan hal itu tadi mereka fokus pada pekerjaan dan usia mereka pun sudah di makan oleh pekerjaan ( kapur dan penghapus ) di sekolah mereka punya kecintaan akan pekerjaan sangat luar biasa .
sebab " duluh" mereka kerja itu sebelumnya tdk akan tanya dengan hasil pendapatan setiap bulan yang nanti dapat berapa ? tdk tdk namun yang penting mereka pekerjaan adalah pemberian TUHAN sendiri.maka mmereka komitmen berkerja dengan luwes itu yang mereka sudah tanamkan dalam pekerjaan mereka .
Mereka tak kenal lelah akan pekerjaan mereka
walau rumah mereka jauh dari sekolahnya Tetap fokus dengan segala kekurangan yang ada .
Realitas yang tejadi jaman moderen (Kini).ini terkait dengan pekerja mereka itu adalah tdk mauh tau dengan pekerjaan ia , tdk mengakui akan pekerjaan bahwasanya pekerjaan adalah pemberian TUHAN sendiri , namun detik INI kita saksama melihat adalah itu bukan perkerjaan yang tugan berikan kepada ku , maka main main perkerjaan itu sendiri , tdk heran perkembangan jaman membawa petak bagi orang yang bekerja , dalam artian , ia saya mau bekerja jadi harus bayar ini dan itu , pada hakekatnya pekerjaan bukan kejar uang , ya memang mencari pekerjaan itu pastinya kita muah dapat uang sebagaimah ada. Namum pekerjaan itu adalah ladan TUHAN.
Dalam Pekerjaan jaman zaman sekarang itu maunya adalah ya saya dapat uang cukup setiap bulan , tak acu tak acu akan pekerjaan dengannya. Tdk mauh masuk jam kerja di ladangnya , pake pakean dengan baju dinas berkeliaran di manah manah tdk sadar bawah jam inikan jam kerja dan jam ini kerja itu tdk tau, pakaian adalah simbolik belaka hanya mendatangkan perhatian kepada masyarakat sekitarnya.
Pada hal pakaian dan jabatan adalah pemberian TUHAN.
Mauhnya rasa rasa pekerjaan satu dengan yang lainnya tdk fokus konsisten akan pekerjaan itu sendiri.
Banyak kegalaun yang datang menerpa dalam pekerjaan dini maka setiap pekerjaan stenggah stengga hasil pun demikian.
Tdk tauh dengan hari esok.
Kesimpulanterkait itu adalah
Tetap fokus dan jalankan tugas mulia dalam pekerjaan mu dengan landaskan AGAPE dalam setiap pekerjaan, jika tdk landaskan akan hal itu maka pekerjaan kita tetap cepat pudar dalam artian ( tdk ada arti dalam perkerjaan atau tdk akan menemukan arti hidup dalam pekerjaan itu sendiri)
Pekerjaan sekecil apapun itu TUHAN ,manusia dan alam mereka melihat dengan mata mereka sendiri sendiri.
Dalam setiap pekerjaan kita tekuni adalah panggila tuhan makan pergi menerima menemukan arti hidup memikul salib yang sebenarnya dalam kehidupan.
Sebelum berkerja andalkan tuhan dalam pekerjaan ( BERDOA), agar ia bisa terus di berkati dalam perkerjaan kita , dulu kini hingga dan tetap tekun pada perkerjaan , kami mohon.

mahasiswa kulia di malang Jesaya ukago.
Malang 06/06/17
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : FREE WEST PAPUA | ULMWP | PIF
Copyright © 2016. "BUKIT BINTANG PAGOUYA DIYAI " - All Rights Reserved
Bersuara Untuk Kaum Tak Bersuara Design by Yupiwo Apogo News